Jumat, 04 Desember 2009
Bahagiakan Anak-Anak Anda, Dengan Tertawa Bersamanya.
Kondisi ini menjadi lebih parah ketika banyak keluarga yang suami istri harus bekerja di luar rumah. Anak-anak terpisah lebih dari 12 jam sehari dengan kedua orang tuanya. Pun saya yang memiliki istri bekerja mengalami hal yang sama.
Ternyata dengan langkah-langkah itu selain anak bahagia, dan rasa bersalah terobati saya dan istri cenderung dapat menghindari stres karena pekerjaan atau karena kondisi rutinitas di jalan yang membosankan. Bergaul dengan anak-anak akan membuat kita semakin banyak tertawa.
Jumat, 21 Agustus 2009
Hasil Mendengarkan Amanat Pak Sur
Tulisan ini disarikan dari sambutan Pak Suryanto dalam rangka pengambilan sumpah PNS di pendopo jalan prapatan.
Ini adalah sumpah anda yang pertama menjadi pegawai negeri sipil semoga akan tertanam dalam jiwa anda. Saya yakin anda mengucapkan sumpah dengan sungguh-sungguh. Sumpah yang diucapkan dengan sungguh-sungguh akan bergetar dalam hati, dan bisa terus diingat.
Kalimat akhir dalam sumpah yang tadi dibacakan adalah “bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat..”. Kalimat ini mengandung muatan motivasi kepada kita semua untuk bekerja dengan baik. Kalimat ini sangat sejalan dengan 8 etos kerja yang disampaikan Jansen Sinamo.
Anda direkrut sebagai pegawai DJKN hendaknya mempunyai motivasi yang sejalan dengan sumpah tadi. Mengutip salah satu 8 etos kerja dari Jansen Sinamo, bahwa bekerja adalah ibadah. Jadikan pekerjaan kita ini sebagai ibadah. Oleh karena itu ada ungkapan “ dengan bekerja Tuhan menjadi nyata”. Karena dengan bekerja Tuhan akan memberi kita banyak hal, gaji, penghasilan dan dengan penghasilan kita bisa membeli makan, mendapatkan rumah, motor, mobil dan kebutuhan kita lainnya.
DJKN dalam menjalankan reformasi ini juga menuntut pegawainya untuk menjalankan 3 S ; Senyum, Sapa dan Sopan. Senyum, kenapa bukan muram, karena menurut para ahli senyum hanya membutuhkan 6 syaraf aktif kita sedangkan untuk muram kita membutuhkan 72 syaraf untuk melakukannya. Kesadaran ini harus tertanam untuk kita semua.
Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan menuntut kita untuk bekerja keras. DJKN yang sedang melakukan reorganisasi sekaligus juga harus menjalankan tupoksi yang diemban. Ibarat rumah tangga dalam waktu yang sama kita dituntut untuk membangun rumah sekaligus mantu, ini sangat berat tetapi harus dijalankan.
Sebagaimana kita tahu tugas utama Menteri Keuangan Sebagai BUN adalah mengumpulkan pendapatan, membelanjakan, dan mengawasi serta mengelola setiap sen yang telah dibelanjakan, dan yang terakhir tadi adalah tugas DJKN.
Oleh karenanya anda sebagai bagian organisasi ini harus bekerja semangat sebagaimana motivasi dalam sumpah yang tadi Saudara ucapkan.
Selasa, 18 Agustus 2009
Kamis, 13 Agustus 2009
Ibu, untukmu aku bernyanyi...
Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu….
Iwan Fals
KERAMAT
Hai Manusia
Hormati Ibumu
Yang Melahirkan dan Membesarkanmu
Darah Dagingmu Dari Air Susunya
Jiwa Ragamu Dari Kasih-sayangnya
Dialah Manusia Satu-satunya
Yang Menyayangimu Tanpa Ada Batasnya
Doa Ibumu Dikabulkan Tuhan dan
Kutukannya Jadi Kenyataan
Ridla Ilahi Karena Ridlanya
Murka Ilahi Karena Murkanya
Bila Kau Sayang Pada Kekasih
Lebih Sayanglah Pada Ibumu
Bila Kau Patuh Pada Rajamu
Lebih Patuhlah Pada Ibumu
Bukannya Gunung Tempat Kau Meminta
Bukan Lautan Tempat Kau Memuja
Bukan Pula Dukun Tempat Kau Menghiba
Bukan Kuburan Tempat Memohon Doa
Tiada Keramat Yang Ampuh Di Dunia
Selain Dari Doa Ibumu Jua

